LAPORAN MINIRISET
MK. MENYIMAK APRESIATIF DAN KREATIF PRODI S1 PBSI - FBS |
Menganalisis Unsur-unsur Drama Serta Penilaian
Terhadap Film Bad Jenius (2017) dengan Menggunakan Keterampilan MenyimakApresiatif dan Kreatif
NAMA : JIHAN SEPTIANI HASAN
NIM : 2192111002
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
AKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEI 2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan
Yang Maha Esa yang telah memberikan saya
kesempatan untuk menyelesaikan Tugas
Mini Riset ini tepat pada waktunya.
Dalam kesempatan ini saya sebagai penyusun
makalah mengucapkan terima kasih kepada:
- Bapak Dr. Samsul Arif M.Pd, Ketua Jurusan Bahasa & Sastra Indonesia
- Ibu Trisna Hutagalung, S.Pd,M.Pd, Sekretaris Jurusan Bahasa &Sastra Indonesia
- Ibu Fitriani Lubis,S.Pd,M.Pd, Ketua Prodi Pend. Bahasa & Sastra Indonesia
- Dr.Mohammad Joharis, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah menyimak apresiatif dan kreatif yang telah membimbing kami mahasiswa/mahasiswi semester 2 tahun ajaran 2020.
- bapak/ibu dosen Jurusan Bahasa & Sastra Indonesia
- teman-teman yang telah mambantu saya dalam menyelesaikan tugas makalah ini baik langsung maupun tidak langsung.
- orang tua saya yang telah membantu berupa dana untuk mendukung tugas-tugas kuliah.
Selaku manusia biasa saya menyadari dalam
makalah ini terdapat kekurangan dan kekeliruan yang tidak disengaja. Oleh
karena itu saya
membutuhkan kritik dan saran. Saya
harap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Mei
2020
Jihan Septiani
A. Latar Belakang....................................................................................................................1
E. Tujuan Survey.................................................................................................................... 1
F. Manfaat Survey.................................................................................................................. 1
BAB III METODE SURVEY
A. Waktu Survey.................................................................................................................. 4
B. Subjek Survey.................................................................................................................. 4
C. Teknik Pengumpulan Data............................................................................................... 4
D.
Teknik Analisis Data........................................................................................................ 4
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Identitas Fim.................................................................................................................... 5
B. Unsur-unsur Drama Pada
Film.........................................................................................5
C. Pendapat Tentang
Fim...................................................................................................... 7
D. Analisis diluar
Alur Cerita................................................................................................7
BAB V PENUTUP
A. Simpulan............................................................................................................................ 8
B. Saran...................................................................................................................................8
PENDAHULUAN
Menyimak adalah hal
yang penting bagi dunia pendidikan. Walaupun menyimak adalah sesuatu hal yang
sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi menyimak yang menyimak yang baik adalah hal yang sulit, perlu konsentrasi yang cukup. Menyimak
adalah suatu hal yang sangat penting dalam berkomunikasi dengan orang lain.
Dengan menyimak ,kita dapat belajar tata
cara berbicara yang baik. Menyimak bisa dikatakan dengan proses yang sulit,
kita harus memahami informasi-informasi
yang penting dan mampu membedakan antara fakta dan pendapat seseorang. Namun, Secara
tidak sadar kegiatan menonton film itu sudah termasuk dalam menyimak. Bukan
hanya melihat jalan cerita film, mendengarkan pemain berkomunikasi, tetapi
peran menyimak disini kita dapat mereview film yang kita contoh, mulai dari mengkritisi
film tersebut sampai kita bisa menyimpulkan jalan cerita film yang kita tonton
dengan bahasa kita sendiri. Penulis disini akan mereview film Thailand yang
berjudul Bad Jenius yang diliris pada 23 Agustus 2017.
Mereview film dengan sistematika :
1.
Identitas film
2.
Unsur-unsur drama pada film
3.
Penilaian terhadap film
4.
Analisis diluar alur cerita
5.
Hasil Akhir
Mereview film yang
berjudul “Bad Jenius” untuk menguji
keterampilan menyimak sipendengar (penulis makalah).
- Manfaat Survey
Penelitian ini bermanfaat untuk
mengetahui apakah sipeneliti bisa
menyimak film dengan baik atau tidak.
BAB II
SINOPSIS
FILM
Bad Genius merupakan film Thailand yang
liris didunia perfilman internasional, termasuk di negara Indonesia. Film ini
menceritakan tentang Lynn (Chanon Santinatornkul) siswa SMA yang memiliki otak
yang cerdas, dia tinggal bersama ayahnya. Karena, Lynn memiliki otak yang
cerdas, maka dia diterima di sekolah yang bergengsi. Disekolah baru, dia
berteman dengan Grace (Eisaya Hosuwan) yang tidak memiliki pengetahuan tidak
secerdas Lynn, maka dari itu Lynn membantu Grace menipu dalam ujian. Lynn juga
berteman dengan kekasih Grace yang kaya raya yaitu Pat (Teeradon Supapunpinyo).
Pat menawarkan kepada Lynn untuk membantu dia dan teman-temannya menjawab soal
ujian, imbalannya Lynn dikasih uang jutaan. Awalnya Lynn tidak mau, tetapi Lynn
akhirnya menyetujui karena mengetahui bahwa sekolah itu menerima pembayaran
dari ayahnya yang memperoleh penghasilan sederhana sebagai guru.
Pada saat ujian Lynn melakukan
kecurangan, dengan mengirim jawaban kepada teman-teman yang membayar Lynn. Namun
kecurangannya diketahui oleh Bank, Bank adalah siswa yang berprestasi seperti Lynn. Akhirnya, kecurangan Lynn untuk membantu
teman-teman dalam mengikuti ujian diketahui oleh pihak sekolah, ayah Lynn
tampak kecewa . Akhirnya beasiswa dan kesempatan untuk mengajukan beasiswa
internasional di tingkat universitas tidak bisa didapatkan oleh Lynn, dan jatuh
ketangan Bank.
Lynn menjalankan kecurangan kembali ketika
Pat dan Grace meminta untuk membantu mereka STIC tes standar internasional
penerimaan universitas sebuah skema yang akan memberi mereka jutaan baht. Tetapi
Lynn menjelaskan kepada mereka bahwa dia hanya dapat melakukannya dengan
bantuan Bank .Akhirnya Bank menyetujuinya,
karena dia berasal dari keluarga miskin . Selain itu, Bank juga mengalami
kecelakaan, dia diserang preman jalan dan dibuang ke tempat sampah, akhirnya
Bank tidak bisa mengikuti ujian beasiswa dari sekolahnya. Akhirnya, Lynn menawaran
untuk bersama-sama membantu Pat dan Grace dengan imbalan mendapatkan uang yang
banyak, Bankpun Setuju.
Mereka melakukan persiapan, semuanya
diatur oleh Lynn. Lynn dan Bank terbang ke Australia . Karena Lynn dan Bank mendapatkan
ujian awal, maka mereka bisa mengirimkan
kembali jawaban Grace dan Pat untuk didistribusikan kepada klien mereka. Di
hari STIC mereka menyelesaikan tes pertama sesuai rencana namun Bank mengalami
kegelisahan dan tertangkap oleh petugas ujian. Lynn akhirnya berjuang sendirian
menghafal jawaban dan dikirimkan kepada Pat dan Grace. Namun, karena Lynn
meninggalkan teks lebih awal, dan ingin keluar dari ruangan itu, akhirnya Lynn
dikejar oleh administrator tes, dan tertangkap. Tetapi, dia diloloskan karena
Bank berpura-pura tidak mengenal Lynn.
Pulang ke rumah Lynn mendapatkan
informasi bahwa rencana mereka sukses, Pat dan Grace serta klien mereka lulus
ujian, sedangkan Lynn dan Pat bersedih. Karena melakukan kesalahan besar.
Setelah itu, Lynn mengunjungi Bank. Sekarang Bank sudah bisa membeli berbagai
macam mesin cuci, dari uang bayaran Pat . Karena Bank sudah tidak bisa masuk
Universitas dimanapun karena ketahuan curang, Bank mengajak Lynn untuk membuat
bisnis kotor lagi. Tetapi, Lynn tidak mau, Bank mengancam Lynn untuk
melaporkannya, tetapi Lynn pada akhirnya mengaku kepada ayahnya dan
menghantarkan Lynn untuk mengajukan pengakuan formal kepada organisasi STIC.
BAB III
METODE SURVEY
- Subjek Survey
Subjek penelitian pada laporan mini
riset ini adalah Film Bad Jenius.
- Teknik Pengumpulan Data
Observasi
Observasi adalah sebagai pemilihan, pengubahan,
pencatatan, dan pengkodean serangkaian pelaku dan susana yang berkenaan dengan
organisme, sesuai dengan tujuan-tujuan empiris (Rakhmat, 2005:53). Dalam penelitian ini, tim
peneliti melakukan metode observasi pada
Film
yang berjudul “Bad Jenius”. Film ini menceritakan tentang kecurangan beberapa
siswa SMA yang ingin masuk ke Perguruan Tinggi. Film ini berdurasi selama 130
menit.
- Instrumen Penelitian
Observasi
Pada penelitian
ini, tim peneliti menggunakan teknik observasi nonpartisipasi, observasi
nonpartisipasi dilakukan dengan jarak jauh atau antar informan dan peneliti
yang berbeda tempat.
- Teknik Analisis Data
Setelah film, maka proses selanjunya adalah menganalisis film yang telah disaksikan . Menganalisis film yang dilakukan dalam penelitian menggunakan
teknik analisis kuantitatif. Menurut Sugiyono analisis kuantitatif ialah metode
yang digunakan untuk meneliti sempel yang dilakukan secara acak serta
pengumpulan datanya dilakukan dengan cara memanfaatkan instrumen penelitian
yang digunakan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Identitas Film
1.
Genre : Komedi,
kejahatan, dan drama
2.
Durasi : 130
menit
3.
Tanggal rilis : 23
Agustus 2017
4.
Sutradara : Nattawut
Poonpiriya
5.
Penulis : Tanida
Hantaweewatana, Vasudhorn Piyaromna
6.
Prosedur :
Chenchonnee Soonthonsaratul, Suwimon Techasupinan
7.
Produksi : GDH 559,
Jorkwang Filma
- Unsur-unsur Drama Pada Film
1.
Tema : tKisah remaja SMA yang melakukan kecurangan dalam
ujianInternasional
2. Alur : Alur
maju mundur
3. Tokoh :
a.
Chutimon Chuengcharoensukying sebagai Lynn
b.
Eisaya Hosuwan sebagai Grace
c.
Teeradon Supapunpinyo sebagai Pat
d.
Chanon Santinatornkul sebagai Bank
e.
Thaneth Warakulnukroh sebagai Ayah Lynn
f.
Sarinrat Thomas sebagai Kepala Sekolah
g.
Ego Mikitas sebagai Petugas STIC
4. Watak :
a. Lynn : Memiliki sifat setia kawan, cerdas, dan
mau mengakui
kesalahannya.
b. Grace : Orang yang ceria dan tidak cerdas
c. Pat : Memiliki banyak uang, dan tidak cerdas
d. Bank : Cerdas(lebih cerdas dari Lynn),
pendendam, pekerja keras, berbudi
pekerti
terhadap
ibunya.
e. Ayah Lynn : Optimis, dermawan.
f. Kepala Sekolah : Tidak jujur,tegas, dan bijaksana
g. Petugas STIC : Tegas
5. Latar
a. Latar Tempat : di Sekolah
di Rumah Lynn
di Rumah Pat
di Rumah Bank
di Bandara
di Toilet
Boston
b. Latar Waktu : Pagi hari,
siang hari,dan malam hari
c. Latar Suasana :
Menegangkan., dan menyedihkan.
6. Amanat :
Kita bisa mengambil beberapa pesan moral, dalam cerita tersebut,
diantaranya :
1.
Tidak cerdas dalam hal akademik bukanlah segalanya.
Untuk para pelajar, mahasiswa, dan semua orang yang merasa dirinya tidak
pintar dalam hal akademik, janganlah minder. Cobalah pikirkan hal positif yang ada didalam diri kamu, tentunya ada hal yang bisa kita banggakan, walaupun
tidak tentang akademik.. Contohnya Pat. Didalam film tersebut, Pat mengajak beberapa orang
untuk menjadi klien mereka dalam berbuat curang, disitu dia mampu berbicara
didepan umum untuk mengajak mereka bergabung. Serta, dia juga bisa ngeyakinin Lynn sama Bank (temennya yang
juga jenius) buat ngejalanin bisnis yang beresiko plus ngajak rangorang buat
jadi klien mereka dengan bayar dengan uang yang tidak sedikit . Jikalau saja orang-orang seperti Pat fokus pada
kemampuannya dan manfaatkanya secara baik. Maka orang-orang seperti
Pat mempunya skill untuk berbicara didepan orang banyak, dan itu bukanlah hal yang mudah.
Mungkin saja nantinya bisa jadi public speaking. Bakat ini
berguna untuk kehidupannya kelak.
2.
Harus memperhatikan lingkungan disekitar.
Orang tua memerintah anak
belajar
tetapi mereka malah sibuk bermain handphone, orang tua mengajarkan anak kepada
kejujuran, namun mereka suka berbohong.
Contoh
lain, anak-anak muda Indonesia
diharapkan semuanya
punya mentalitas jujur tetapi pejabat-pejabat mereka masih saja korupsi. Sekolah
Lynn cs ini tidak hanya menuntut muridnya
secara akademis tetapi juga menuntut
muridnya punya integritas dan kejujuran. Contohnya: Narik pungli dari siswanya
(dalihnya ‘uang pemeliharaan’ sekolah), Lynn masuk kesekolah ternama karena kepintarannya,
namun ayahnya masih harus membayar mahal untuk
Lynn masuk kesana, sama saja semuanya tidak ada kejujuran. Dengan
begitu, Lynn akhirnya juga berbohongm, dia manfaatkan
kepintarannya buat hal yang negative.
Jadi,
pesan yang dapat kita kutip dari film Bad Genius ini adalah kita harus lebih
berhati-hati dengan orang-orang yang
akan
membawa pengaruh buruk bagi kita,jikalau kita merasa tidak sejalan dengan pola
pikiran kita, maka tinggalkan saja. Ini akan berdampak buruk bagi kita
kedepannya, seperti kisah Lynn dan Bank, mereka tidak bisa mengambil
Universitas yang mereka inginkan karena kesalahan besar. Lingkungan sangatlah
penting dan berpengaruh besar ketika kita menjalankan kehidupan.
C.
Pendapat Tentang Film
Hal yang menjadi menarik bagi kita
adalah mengenai cerita menyontek nya. Suka tidak suka, menyontek merupakan hal
yang salah namun lazim ditemukan dalam sistem pendidikan. Ibarat tikus dan
kucing, beragam cara dilakukan para murid selama bergenerasi untuk mengakali
macam-macam kebijakan pengetatan dan pencegahan kecurangan ini. Bad Genius, jujur saja,
menggambarkan kegilaan menyontek yang belum pernah terbayang sebelumnya. Meski
bukan untuk ditiru, namun kreativitas cerita itulah yang membuat film ini amat
menegangkan dan menarik. Film ini pula mampu membawa penonton ikut dalam
ketegangan, kala berusaha untuk tidak ketahuan pengawas saat menyontek.
Selain itu, yang membuat
menarik dari Bad Genius yaitu bagaimana film ini mengkritik sistem pendidikan
di Thailand. Namun ini juga sama dengan
sistem pendidikan diIndonesia. Siswa dituntut untuk menjawab ratusan soal,
dalam ujian. Lgika
saja, dalam hitungan 2 jam, siswa harus menyelesaikan 100 soal. Hal ini membuat
kecurangan dipikiran siswa berkembang, seperti menyontek. Demi mendapatkan nilai bagus, mendapatkan pujian keluarga, dan
bisa masuk kesekolaha tau universitas yang diinginkan mahasiswa sekarang rela
menyontek dan nilai ujian tidak murni
Di sisi lain, penulis membangun karakter
keempat remaja ini dengan sangat
menarik. Sebenarnya film ini juga
terdapat kisah asmara di antara mereka, tetapi tidak terlalu monoton.
Sehingga film Bad Genius ini menjadi tontonan yang sangat menarik karena
ceritanya disusun dalam teliti, tidak
semua orang mampu memahami bahwa ada unsur asmaranya. Maka dari itu, film ini
dikatakan sangat baik, karena penonton pastinya hanya berfokus pada ketegangan
saat menyontek.
D.
Analisis diluar Alur Cerita
1. Sinematografi : Menurut saya pada film ini memiliki
kualitas kamera dan efek yang bagus hal ini dapat membuat para penonton
tergugat untuk menonton film tersebut sampai akhir cerita jadi kualitas pada
film merupakan salah satu keberhasilan produser dalam membuat film tersebut
untuk ditonton banyak orang.
2. Suara dan musik : Pada film ini memiliki instrumen
yang sesuai dengan suasana yang telah diberikan sehingga para penonton dapat
merasakan dan mengikuti alur suasana yang disajikan.
3. Peran : Menurut saya peran yang ditampilkan sudah
cukup menarik dan sangat sesuai dengan karakter yang dimiliki oleh
masing-masing tokoh serta ekspresi yang dimainkan sudah dapat, sehingga membuat
suasana cerita menarik.
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Menyimak
adalah salah satu keterampilan bahasa yang sering kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Menyimak merupakan mendengarkan
dan memahami isi bahan simakan karena itu dapat disimpulkan bahwa tujuan utama
menyimak adalah menangkap, memahami atau menghayati pesan, ide, gagasan yang
tersirat dalam bahan simakan. Contohnya adalah menonton film, pada makalah ini kita
mengulas film Bad Jenius, untuk itu
penulis mampu mengambil kesimpulan bahawa film tersebut menceritakan tentang
remaja SMA yang melukan kecurangan dalam ujian disekolah maupun ujian
Internasional, tidak itu saja tetapi mereka memanfaatkan kepintarannya untuk
melakukan kecurangan dengan membuka bisnis haram (kecurangan dalam ujian).
B. Saran
Menyimak
adalah hal yang tidak mudah, tetapi semuanya bisa menjadi mudah dengan kita
menyimak apa yang kita sukai. Kita dapat memahami isi simakan dengan baik pula.
Keberhasilan suatu menyimak adalah orang tersebut dapat menjelaskan apa yang
mereka simak kepada orang lain tanpa mengubah alur cerita yang disimak.
DAFTAR PUSTAKA
Tarigan, Djago.
1986. Keterampilan Menyimak, Jakarta
: Karunia
Hermawan, Herry. 2012. Menyimak
: Keterampilan Berkomunikasi Yang Terabaikan.
Yogyakarta: Graha Ilmu
https://www.youtube.com/watch?v=Q3_eQtcNW54

Tidak ada komentar:
Posting Komentar